Category Archives: Karya Santri

Cara Santri Banu Hasyim Mengais Pahala di Bulan Ramadhan

Cara Santri Banu Hasyim Mengais Pahala di Bulan Ramadhan

Pahala ibadah di bulan Ramadhan memang dilipat gandakan, satu kebaikan saja dibanderol sepuluh hingga tujuh ratus kebaikan, luarbiasa bukan. Jadi kalau santri baca satu huruf saja dari ayat suci Alquran, pahalanya bisa sepuluh hingga tujuh ratus kalinya. Sebagaimana janji Allah lewat hadist Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam berikut ini.

Dari Abi Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amal kebaikan yang dilakukan anak Adam akan dilipatgandakan jadi sepuluh kebaikan yang serupa, bahkan tujuh ratus kali lipatan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Karana ibadah puasa tersebut hanya untukku. Biar aku sendiri yang akan membalasnya. Dia meninggalkan syahwat dan makanannya karen Aku. Orang yang beribadah puasa akan dapat dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Adapun bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).

Berangkat dari pemahaman ini, para santri ketika puasa Ramadhan tidak henti-hentinya mengkhatam Alquran, memperbanyak ibadah. Sementara kajian kitabnya, pesantren biasanya memberikan perhatian khusus ketika Ramadhan tiba yaitu menerapkan sistem khataman, mulai dari kitab kecil-kecil seputar Ramadhan seperti kitab Risalatus Shiyam, Mabadiul Fiqh dan kitab ringan lainnya khusus santri yang baru mondok. Adapun untuk santri senior, kitab yang dikhatamkan adalah kitab-kitab populer seperti Tafsir Jalalain, Bukhori dan Fathul Muin. Khazanah semacam ini hanya dimiliki santri pesanten di bulan Ramadhan.

Berpuasa di pesantren memang penuh kegiatan positif, tapi apakah mengasyikkan? Kalau melihat padatnya aktivitas kegiatan santri selama Ramadhan, sepertinya justru membosankan ya. Tapi urusan bosan atau tidak, itu sebenarnya relatif, tergantung pola pandang setiap individunya. Kalau pun rasa bosan itu muncul, toh para santri sudah tahu cara menangani gejolak tersebut. Kembali kepada niat dan kesabaran santri masing-masing. Hehehe

Apalagi segala kegiatan di pesantren itu dilakukan secara ramai-ramai. Sehingga situasi semacam itu bikin suasana setiap kegiatan menjadi hidup dan dapat mengurangi rasa bosan. Apalagi saat menjelang buka puasa, wih, pasti ramai, ada yang bawa nasi, bawa es, dan segala makanan yang ada. Jadi istilah bukber bagi santri itu sudah tiap hari, sebab mereka pasti buka bersama-sama di asrama pesantren.

Cara santri berbuka puasa

Suasana santri menunggu azan Maghrib untuk buka bersama

Suasana santri menunggu azan Maghrib untuk buka bersama

Biasanya menu berbuka para santri sebelum sholat Maghrib hanya secangkir air mineral dan kurma. Sementara untuk menu nasi, digarap sesudah sholat Maghrib.

 

Sholat Tarawih ala santri Banu Hasyim

Saat santri sedang pujian untuk persiapan sholat Isya' sekaligus tarawih berjamaah

Saat santri sedang pujian sebelum sholat Isya’ sekaligus tarawih berjamaah

Aktivitas sholat tarawih para santri sebenarnya tidak jauh beda dengan tarawih kebanyakan. Paling yang beda hanya menunya saja, yaitu ada menu pelan, sedang, dan bahkan cepat. Jadi tergantung selera, mau yang pelan, sedang atau cepat, tinggal pilih saja. Biasanya kalau santri yang sudah senior, suka yang sedang. Beda dengan santri baru, biasanya suka yang cepat. Sementara yang pelan, jarang peminatnya.

Aktivitas setelah tarawih adalah khataman kitab, baru setelah itu tadarus Alquran. Jam 3 malam, waktunya sahur, ya sahur bersama-sama. Dan sehabis sahur mereka ibadah lagi, sholat tahajud, baca Alquran lalaran Alquran dan macam bacaan ibadah yang lain, hingga subuh tiba.

Mereka pun subuhan berjamaah, wiridan sebagaimana biasanya santri hingga jam 5 pagi, baru setelah itu tadarus Alquran hingga jam 6 pagi.

Dari jam 7 khataman kitab lagi sampai sebelum zuhur. Nanti jam satu siang, khataman kitab lagi hingga menjelang ashar.

Waw, keren khan, puasa Ramadhan di pesantren. Jadi kalau kamu milih puasa di pesantren dijamin deh, hidup kamu akan berubah 90 persen bahkan seratus persen hahaha. (*)

 

Sudah Bershalawat-kah Hari Ini ??

Iman kepada Rsholawat 1asul adalah mempercayai Rasulullah sebagai Utusan Allah. Jika Iman adalah percaya, sudah pasti Iman bisa menumbuhkan cinta. Kalau kita mengimani kerasulan Nabi, sudah pasti kita mencintai Nabi. Nah, kalau sudah cinta, mana mungkin tidak bisa setia.

Banyak orang mengaku umat Nabi, akan tetapi setelah diselidiki kesehariannya, sungguh memprihatinkan. Banyak orang mengatakan mencintai Nabi, akan tetapi dilihat dari kebiasaannya, mendoakan Beliau saja jarang apalagi mengamalkan sunah-sunah beliau. Banyak orang mengucap Rindu Rasullah, tetapi Continue reading

Jadi nggak minta sandal yang seperti itu?

Di suatu siang, 2 Jumadil Ats Tsani 1436 H, matahari mulai berada tepat diatas ubun-ubun. Seorang wanita paruh baya tengah menggandeng kedua anaknya menuju masjid, menanti adzan Dluhur berkumandang.

“Uma… Raya mau sandal yang bagus seperti itu!!” rengek Raya kepada ibundanya sambil menunjuk sandal yang dikenakan gadis kecil sebayanya.

“Adek ah.. minta yang baru terus!!” seru kakak Raya.

“Sandal yang uma belikan minggu kemarin mana nak?” tanya ibundanya merespon.

“Nggak mau, Raya maunya itu umaa!!” pinta Raya sekali lagi.

            Ibunda Raya semakin gemas dengan tingkah manja anaknya. Mereka telah sampai di serambi masjid. Diajaklah Raya untuk duduk di atas pangkuannya, bersama sang kakak disampingnya. Continue reading

Tidakkah bermanfaat ? Mari kita renungkan

4 Jumadil Ats Tsani 1436 H,

Rasululloh SAW bersabda yang artinya: “Barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya” (HR. Muslim)

Pernah berfikir untuk beramal hari ini? Amal apa yang akan anda kerjakan?

Sebuah kebiasaan dari suatu keluarga, mengikuti perkembangan info terbaru dari majalah bulanan, mungkin tidak terlalu berat. Apalagi setelah direnungkan, justru akan membawa efek syiar jangka panjang.

Mengapa bisa demikian ? Jawabannya singkat, Majalah menyimpan berbagai ilmu, yang mana ilmu merupakan sedekah jariyah yang tidak putus pahalanya, meskipun sang empunya sudah tiada. Continue reading