Griya Tahfidz, Waru

Griya Tahfidz Banu Hasyim

img_1833

  1. Latar Belakang

Pada mulanya, Santri Banu Hasyim yang menghafalkan Al-Qur’an hanya segelintir orang. Begitu pula dengan tempat yag tidak strategis, bercampur dengan santri yang tidak mengikuti program menghafal Al-Qur’an. Bagi mereka, sangat susah dalam mengatur waktu khususnya dalam lingkungan (teman-teman) yang berbeda. Hal, itu yang membuat hafalan mereka tidak bisa semaksimal mungkin.

  1. Tujuan

Pendirian PP. Darul Qur’an Banu Hasyim ini bertujuan untuk menaungi dan mengontrol hafalan yang mereka miliki. Pengasuh, Nyai Hj. Djunaizah Faizah Al-Hafidloh, mengharapkan agar para santri tahfidz bisa mempelajari Al-Qur’an secara Lafdzon (bacaan), wa ma’nan (memahami), wa ‘amalan(praktik). Meskipun tujuan utama mengahafalkan Al-Qur’an, tetapi mereka harus bisa multitalent (formal&non formal bisa). Seperti halnya pepatah mengatakan,”Barang siapa yang mendahulukan urusan akhirat, maka urusan dunia akan terurusi dengan sendirinya”.

  1. Awal Kesuksesan

3 tahun berjalan. Gedung baru ini kini telah memuat kurang lebih 70 santri tahidz. Keseharian mereka selalu dijejali dengan setoran/ziadah (menambah) dan muroja’ah (mengulang). Mungkin hal itu membuat kebosanan sendiri. Tapi disisi lain, para santri juga melakukan aktivitas sekolah, kajian kitab, mudarrosah dan masih banyak lagi. Di Ponpes ini tak kalah hebatnya dengan pondok pesantren yang sudah terkenal. Dialog antar santri diwajibkan menggunakan Bahasa Iggris dan Bahasa Arab. Berbagai prestasi telah dicapai oleh para santri tahfidz Darul Qur’an Banu Hasyim. Begitu pula dengan comin soon of seminar Al-Qur’an yang telah disukseskan dengan jumlah lebih dari 100 peserta. Penerbitan Buletin/Majalah DAQU setiap hari besar dan Grup banjari kita kini mulai beranjak dari tempat duduk untuk menapakkan pengalamannya hingga UNSURI (Universita Sunan Giri) dan UNIBRAW (Universitas Brawijaya, malang).

Perolehan juz para santri sangat cepat. Karena melalui program yang dijalankan bagi santri yang mulai menghafal dari Madrasah Tsanawiyah untuk meluluskan hingga Madrasah Aliyah dengan mengkhatamkan (menyelesaikan) hafalan Al-Qur’an. Pada saat ini, wisuda wati 30 juz yang akan diselenggarakan  khusus ini berjumlah 7 orang. Insya Allah bilangan itu akan terus berkembang dengan semangat santri dalam menghafalkan Al-Qur’an. Dikarenakan lingkup yang selalu memberi motivasi sebagai keluarga Al-Qur’an.

Proses kesuksesan dalam pembelajaran yang diterapkan selalu berorientasi pada pembekalan diri dalam menghilangkan kebodohan diri. Amalan Nyai yang selalu disampaikan kepada santri-santrinya ketika menyantri bahwa, “Kesuksesan santri Banu Hasyim dikarenakan Wirid dan Doanya”. Jadi guys, jangan sungkan-sungkan membekali diri dengan wirid. Apalagi di zaman yang semakin menantang.

 

  1. Program

Program Harian:

  • Setoran Al-Qur’an
  • Muroja’ah
  • Kajian Kitab
  • Pendidikan Formal

Program Mingguan

  • Khataman
  • Majlis Kahfi + Burdah
  • Ekstrakurikuler Banjari
  • Majlis Muhadloroh
  • Mudarrosah

Program Bulanan

  • Khataman Keliling
  • MHQ (Musabaqoh Hifdzil Qur’an)

Program Tahunan

  • Penerbitan Buletin/Majalah DAQU
  • Khataman Safari
  • Seminar Al-Qur’an
  • Study Banding
  • Widuda Al-Qurang

 

  1. Prestasi-Prestasi
  • Rangking 1 Program Diniyah se-Banu Hasyim
  • Rangking 1 Pendidikan Formal se-Banu Hasyim
  • Juara 1 Lomba MFQ (Musabaqoh Fahmil Qur’an) tingkat Kabupaten Sidoarjo
  • Juara 2 Lomba MHQ (Musabaqoh Hifdzil Qur’an) tingkat Kabupaten Sidoarjo
  • Juara Harapan 2 Lomba MSQ (Musabaqon Syahril Qur’an)